Apakah membuat anak tidak rewel dengan
memberikan tablet atau smartphone sehingga mereka sibuk bermain game
adalah keputusan yang bijak? Rupanya tidak. Malahan perilaku ini
cenderung meluas di kalangan orang tua dan mereka tidak tahu game
memberikan efek negatif untuk perkembangan fisik dan mental anak.
Permainan digital game tanpa pengawasan
bisa menimbulkan kecanduan pada si anak. Keenakan memakai tablet dan
smartphone agar anak tenang justru membuat anak lupa waktu. Apalagi jika
orang tua tidak mengawasi dan membatasi jam bermain game pada anak.
Menurut studi di Inggris terungkap
keseringan bermain gadget pada anak dan remaja pada posisi yang tidak
benar bisa mempengaruhi bentuk tulang belakang mereka. Jika sudah
memasuki tahap addicted (kecanduan) akan membuat anak berperilaku agresif. Ketika mereka dipaksa keluar dari dunia game, mereka akan marah.
Selain itu, paparan cahaya dari gadget
juga menyebabkan anak kurang mendapatkan waktu tidur cukup, mudah lelah
dan mengganggu konsentrasinya dalam belajar selanjutnya.
Hal ini menjadi saran bagi orang tua
untuk selalu mendampingi anak-anak ketika bermain game digital. Jangan
justru membiarkan anak keasyikan bermain game hanya karena anak mudah
tenang ketika dihadapi game. Hal terpenting adalah membatasi waktu
bermain game dan memotivasi anak untuk menumbuhkan minat membaca,
melukis, olahraga, atau membuat kerajinan.
Studi di Amerika mengungkapkan fakta
bahwa anak yang kurang perhatian orang tua memiliki frekuensi bermain
game digital lebih tinggi dibanding anak yang mendapatkan perhatian
orang tua. Dari hal ini disimpulkan bahwa orang tua berperan sangat
penting untuk mencegah anak mendapatkan dampak buruk dari bermain game digital.
Terima kasih ya,, sudah berkunjung :D
Sumbernya:










0 comments:
Post a Comment